Detil Berita
Jumat, 25 Desember 2009 - 20:14:37 WITA
Pendidikan Usia Dini, Pentingkah?
Diposting Oleh :: Muhammad Wildan
Kategori: Pendidikan Anak Usia Dini - Dibaca: 4568 kali

Translated to: English Version

Hingga usia 9 tahun, otak anak akan tumbuh hingga 90 persen. Jangan sia-siakan masa emas pertumbuhan otak si kecil dengan memberinya pendidikan dini untuk merangsang pertumbuhan otaknya. Menyekolahkan anak lebih dini, menjadi pilihan bagi orangtua dengan beragam tujuan. Bisa karena ingin menjadikan anak cerdas, atau sekadar mengisi waktu luang anak. Apa pun alasannya yang pasti langkah untuk memberi pendidikan pada anak sedini mungkin adalah langkah yang tepat untuk merangsang perkembangan otaknya.
 
Dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta dr Soedjatmiko SpA(K) Msi, menuturkan bahwa masa tiga tahun pertama balita adalah masa-masa emas pertumbuhan otak atau yang juga disebut dengan golden years period.

"Jika sewaktu lahir otak balita sudah sebesar 25 persen dari otak orang dewasa yaitu sekitar 350 gram, maka pada usia 18 bulan otak anak berkembang dua kali lipatnya," kata dokter yang mengambil Magister Sains Psikologi Perkembangan, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
 
Kemampuan otak anak sangat luar biasa. Hingga usia 6 tahun, besarnya otak sudah mencapai 90 persen ukuran orang dewasa, anak benarbenar berada dalam masa emas untuk mengembangkan kecerdasannya. "Ajari buah hati Anda, beri ?pendidikan? sedini mungkin sehingga sel-sel otak bisa berkembang optimal," tandas dokter yang juga tergabung ke dalam Tim Pusat Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD).

Pendidikan yang dimaksud bukan melulu pendidikan formal. Di rumah, pendidikan bisa dilakukan dengan cara memberi rangsangan pada semua sistem indra balita (pendengaran, penglihatan, perabaan, pembauan, pengecapan), gerak kasar dan halus kaki, tangan dan jari-jari, mengajak berkomunikasi, merangsang pikiran dan perasaan dengan suasana bermain yang menyenangkan dan penuh kasih sayang.  "Orangtua yang cerdas tentu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini dengan memberikan stimulasi optimal," ucapnya.

Novita Tandry MPd, pemilik sekaligus managing director atau pemegang master franchise Leaps & Bounds dan Tumble Tots Indonesia? satu-satunya prasekolah yang berfokus pada physical play programme? menyebutkan, memberi pendidikan usia dini pada anak sangatlah penting serta anak-anak Indonesia berhak mendapatkan sarana pendidikan yang nyaman, penuh kasih sayang, serta lingkungan yang mendukung.
 
"Pendidikan usia dini sangatlah penting karena banyak manfaat positif apabila si anak diberikan pendidikan sejak dini," ujarnya saat menjadi pembicara dalam perayaan ulang tahun Tumble Tots yang ke-16 di Mal Taman Anggrek, Jakarta, belum lama ini.

Pakar psikologi anak ini menuturkan, program untuk anak usia prasekolah mulai usia enam bulan sampai tujuh tahun umumnya dirancang untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar melalui aktivitas ketangkasan, keseimbangan, koordinasi dalam lingkungan yang aman, positif dan penuh kasih sayang.
 
Novita mencontohkan, misalnya saja pada program Leaps & Bounds yang ditemukan Bill Cosgrave, seorang psikolog anak yang juga mantan pelatih senam Olympic di Inggris. Program Leaps & Bounds dirancang khusus untuk mengembangkan sifat positif, rasa percaya diri, menghargai diri dan orang lain, disiplin, mandiri, serta mengenal jati diri dan sosialisasi.
 
Dalam 60 menit setiap sesinya, program ini menggabungkan antara aktivitas fisik untuk mengembangkan karakter yang positif dan keterampilan untuk masa depan mereka melalui gerak lagu, musik, dan sajak. Program ini bertujuan menstimulasi motorik kasar sejak usia dini yang akan sangat memengaruhi konsentrasi belajar anakanak pada saat memasuki usia sekolah dan penyerapan anak pada usia 0 - 3 tahun adalah sebesar 70 persen.

"Banyak orangtua yang menganggap bahwa pendidikan anak usia dini tidak begitu penting, padahal 70 persen pembentukan karakter manusia itu dimulai dari usia 0-3 tahun," ucap psikolog anak yang mengambil pendidikan psikologi di Sidney, Australia ini.
 
Novi menuturkan, saat anak mencoba sesuatu dengan memasuki dunianya yang baru, tetapi gagal saat mencoba, maka jangan pernah untuk mengkritiknya karena anak pasti takut untuk mencoba. "Memberikan pendidikan sejak dini kepada anak, bukan berarti membuatnya menjadi stres, justru harus menghindarkan anak dari stres. Sebab itu, lakukan dengan cara menyenangkan," pesannya.

Anak adalah pribadi yang unik, yang tidak bisa dibandingkan dengan yang lain. Sebab itu, untuk menjadikan anak unggul dan cerdas, bisa dilakukan dengan memberi pendidikan sesuai tahapan perkembangannya.
 
Semua anak akan berkembang untuk tumbuh dan belajar setiap hari dengan cara mereka sendiri yang nyaman dan menyenangkan. Kesuksesan demi kesuksesan akan membentuk rasa percaya diri.

Sumber: http://lifestyle.okezone.com - 25 Desember 2009
Sumber:





 
Artikel PAUDNI
Pembinaan Kursus dan Pelatihan
Pendidikan Masyarakat
Pendidikan Anak Usia Dini