Detil Berita
Selasa, 10 Agustus 2010 - 07:12:10 WITA
Untuk Kurangi Pengangguran, Ditjen PNFI Alokasikan Dana Hibah Rp300 Miliar
Diposting Oleh :: Muhammad Wildan
Kategori: Umum - Dibaca: 7053 kali

Translated to: English Version

Medan, Analisa - Direktorat Jenderal Pendidikan Non Formal dan Informal (Ditjen PNFI) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) telah merancang program penyaluran dana hibah (block grand) sebesar Rp 300 miliar untuk mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia.

Dana sebesar itu akan dipalikasikan dalam berbagai bentuk program pendidiakn dan pelatihan. Program itu antara lain pendidikan kecakapan hidup (PKH), lembaga-lembaga kursus dan pelatihan.

Dirjen PNFI Kemendiknas, Hamid Muhammad, menyampaikan itu saat memberikan sambutan dalam pembukaan pameran bersama program PKH bagi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dan LKP tingkat Sumatera Utara di Balai Pengembangan dan Pendidikan Non Formal dan Informal (BPPNFI) Regional I di Medan, Selasa (3/8).

Turut hadir dalam acara pembukaan itu antara lain Kepala BPPNFI Regional I Medan, Drs H Kastum MPd dan jajarannya, pengelola lembaga latihan dan kursus dan undangan lainnya.

"Dana hibah ini diharapkan bias memberikan kemampuan masyarakat kalangan kurang mampu untuk bisa bekerja atau membuka lapangan kerja," ungkapnya.

Dirjen PNFI ini juga mengatakan, program PKH merupakan jenis pendidikan vokasional atau kecakapan hidup yang umumnya dalam bentuk kursus dan pelatihan.

Ada pula pendidikan vokasional yang diselenggarakan oleh masyarakat itu sendiri. Jenis pendidikan ini seperti pemberdayaan perempuan yang dikelola oleh kelompok masyarakat yang membentuk kelompok. Namun, diakuinya jumlahnya sangat terbatas.

Sebagai subsidi

Hamid Muhammad lebih jauh mengutarakan, dana hibah yang berada di bawah kepemimpinannya itu akan disalurkan kepada masyarakat, khususnya para lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), kejuruan (SMK), atau pelajar putus sekolah (drop out/DO) yang tidak bekerja.

"Dana ini nantinya disalurkan melalui berbagai program yang telah dirancang tersebut," jelasnya.

Dikatakan pula, dana hibah ini akan digunakan untuk subsidi para peserta yang masuk ke dalam program yang dirancang tersebut untuk belajar di BPPNFI Regional di wilayah masing-masing.

Namun, Hamid mengingatkan kepada para pengelola program, mereka yang dipilih atau ditampung dalam program ini harus benar-benar merupakan kelompok masyarakat yang tidak mampu.

Sebab, tegasnya, karena ketidakmampuannya itulah mereka dilatih secara gratis agar nantinya menjadi benar-benar mampu. "Masyarakat dari kalangan mampu hendaknya jangan mengikuti program ini," imbaunya.

Lembaga pengelola program itu sendiri, lanjutnya, akan diberi dua pilihan terkait kelompok masyarakat yang ditampung program ini. Pertama, disalurkan ke dunia industri untuk bekrja, atau kedua, mereka berwirausaha.

Melalui langkah seperti ini, maka secara terprogram jumlah pengangguran terus berkurang.

"Masyarakat yang sebelumnya tidak mampu akhirnya menjadi produktif. Itu artinya akan mengurangi tingkat kemiskinan.," tuturnya.

Karena itu, Hamid Muhammad mengingatkan agar lembaga yang akan mendapat dana hibah ini dipilih secara sungguh-sungguh dan benar. Karena, ada lembaga yang mampu mengajukan proposal dengan sangat baik, tetapi pada kenyataannya lembaga itu sendiri tidak layak mendapat bantuan.

Meskipun begitu, menurut Hamid Muhammad, tidak semua dana sebesar Rp 300 miliar itu bersifat hibah. Alokasinya sekitar 80 persen dari total dana.

"Sisanya, sebesar 20 persen, akan digunakan untuk peningkatan mutu pendidikan, seperti pelatihan-pelatihan seperti pelatihan manajemen; peningkatan mutu instruktur, peningkatan tempat uji kompetensi, dan program yang berkaitan dengan kemitraan," paparnya.

Seribuan peserta

Kepala BPPNFI Regional I Medan, Drs H Kastum MPd; didampingi Kasie Program, Dra Samaria Pane MPd; dan Kasie Informasi, Drs M Syamsir Marpaung MPd, kepada wartawan, mengatakan, pameran bersama ini diikuti 70 gerai (stan) dengan jumlah peserta 1.200 orang.

Peserta terdiri dari peserta program pendidikan sebanyak 298 laki-laki dan 698 perempuan, 48 pendamping, dan 108 peserta lainnya.

Peserta pameran bersama program PKH bagi UPTD dan LKP tingkat Sumutdan BPPNFI Regional I Medan ini antara lain dari jenis program tata boga, teknisi computer, menjahit pakaian, tata kecantikan, desain grafis, menjahit, dan sebagainya.

Pelaksanaan pameran bersma ini juga dimeriahkan dengan hiburan dan penarikan undian berhadiah bagi peserta. (gas)

Sumber: http://www.analisadaily.com - 03 Agustus 2010
Sumber:





 
Artikel PAUDNI
Pembinaan Kursus dan Pelatihan
Pendidikan Masyarakat
Pendidikan Anak Usia Dini